CERITA LUCHU……

tiga pemabuk,celengan cinta,nilai ulangan,kehilangan mobil,pencak silat dll

Tiga Pemabuk

Tengah malam itu dua orang pemabuk berat saling berdebat satu sama lain sambil sesekali mereka tengadah ke langit.

Pemabuk 1: “Matahari kok sinarnya nggak panas ya bro …” sambil nunjuk ke bulan.

Pemabuk 2: “Mana ada matahari tengah malam begini.. itu mah bintang tau..”

Pemabuk 1: “Matahari ah..!!”

Pemabuk 2: “Bintang.. bintang.. bintang..!!!”

Tiba-tiba lewatlah seorang pemuda, dan kedua pemabuk itu sepakat untuk memastikan apakah itu matahari atau bintang.

Pemabuk 1-2: “Mas .. mas.. tanya nih, itu matahari apa bintang ya..?” sambil menunjuk ke bulan.

Celengan Cinta

Alkisah ada sepasang suami istri yang sangat rukun. Mereka saling mencintai satu sama lain. Sebagai wujud cintanya, mereka menyediakan celengan cinta di sisi ranjang yang akan diisi uang seribu rupiah oleh suaminya, sebagai ungkapan cinta suami terhadap istri sehabis bercinta.

Begitulah setiap hari, uang dalam celengan itu bertambah banyak. Di akhir bulan sepasang suami isteri tersebut membuka celengan itu. Alangkah terkejutnya si suami ketika melihat isi celengan. Di sana tidak saja ada uang seribuan, tapi juga beberapa lembar ratusan ribu rupiah.

Suami :Istriku,..bukankah aku selalu memasukkan selembar uang ribuan ke dalam celengan ini sehabis kita bercinta, tapi mengapa sekarang ada beberapa uang seratus ribuan?

Si istri menjawab :Sayang…tidak semua pria pelit seperti kamu. Buktinya banyak yang ngasih uang seratus ribuan.

Nilai Ulangan

Pada suatu hari seorang Ayah menanyakan hasil ulangan kepada AnaknyaAyah: “Berapa nilai ulanganmu, nak?”
Anak: “Sepuluh, Pak.”
Ayah: ” Wah hebat benar anak bapak ini, kalau temanmu dapat nilai berapa.”
Anak: “Kalau temanku ada yang dapat 70, 80, 90, dan bahkan ada yang mendapat 100”
Ayah: “????!!!”

Kehilangan Mobil

Jojon adalah seorang bos preman dengan tato di lengan kanan kirinya. Mukanya sangar, rambutnya gondrong. Suatu hari ia masuk sendirian ke sebuah bar di Jalan Blora, lalu pesan satu gelas bir. Dia minum itu bir pelan-pelan, tapi sebelum habis dia keluar sebentar. Ketika berada di luar ternyata mobil yang dibawanya tadi tidak ada lagi di tempat parkir. Ia masuk kembali ke bar dan mencabut pistolnya, lalu menembakkannya ke atas sambil berteriak, “SIAPA DI ANTARA BAJINGAN-BAJINGAN DI SINI YANG BERANI MENCURI MOBIL GUA?”

Tidak ada seorang pun dalam bar itu yang berani menjawab. Jojon lalu menaruh pistolnya di meja, lalu teriak lagi, “OKE, DEH GUA PESAN SATU GELAS BIR LAGI, DAN KALAU NANTI GUA HABIS MINUM ITU MOBIL GUA KAGAK KEMBALI LAGI DI TEMPATNYA, GUA BAKAL LAKUKEN APA YANG GUE PERNAH LAKUKEN DI MANGGA BESAR!”

Ia pesan segelas bir lagi, dia tenggak, lalu dia melangkah ke luar. Eh, itu jip memang betul sudah kembali ke tempatnya. Maka dia pun naik ke mobilnya, tapi kemudian teringat bahwa dia belum bayar birnya.

Waktu Jojon mau membayar, si penjaga bar bertanya, “Emangnya apa nyang dulu Ente lakuken di Mangga Besar?”

Jojon: “Maksud lu waktu jip gua nggak kembali?”. Si penjaga bar mengangguk.

Jojon: “Ya gua pulang, jalan kaki.”

Pencak Silat

Udin sudah satu minggu ini berada di Amerika untuk menjadi TKI. Suatu hari ia bertemu dengan Bill, seorang warga Amerika yang mengaku pernah belajar Pencak Silat di Indonesia. Terjadilah percakapan sebagai berikut..

Bill : Anda dari Indonesia ya?

Udin : Benar…

Bill : Berarti anda tahu Pencak Silat donk? Dulu saya hampir 5 tahun belajar Pencak Silat di Indonesia.

Udin : Benar Mister, Saya malah dari TK sudah diajari Pencak Silat di sekolah saya.

Bill : Wah, udah hebat donk? Bisa anda praktekkan?

Udin : Bisa, coba dengar nih!!! PENCAKSILAT. SATU, KETUHANAN YANG MAHA ESA. DUA, KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAP. TIGA, DAN SETERUSNYA..

Bill : Yaaaaaaa Stupid!!! Itu sich PANCASILA!

Mati Tersenyum

Alkisah ada tiga mayat di salah satu kamar mayat sebuah Rumah Sakit di New York. Ketiganya dari negara yang berbeda. Yang satu warga negara Amerika, satunya Belanda, dan yang satu lagi Afrika. Anehnya ketiganya meninggal dalam kondisi “tersenyum”. Dengan penasaran si penjaga kamar mayat bertanya pada dokter yang mengantar ketiga jenazah tersebut.

Penjaga : “Dokter, mengapa si Amerika ini meninggal dalam kondisi tersenyum?”
Dokter : “oh, dia kena serangan jantung ketika sedang berselingkuh.”

Penjaga : “Lalu kenapa dengan si Belanda?
Dokter : “Dia kena serangan jantung karena terkejut ketika mendapat lotere jutaan dollar.”

Penjaga : “Bagaimana cara si Afrika ini meninggal, dokter?”
Dokter : “Tersambar petir…”
Penjaga : “Lho?! Tapi kenapa dia tersenyum?”
Dokter : “Ooh… sebab kilatnya dia sangka sinar blitz jadi dia pikir dia lagi difoto!”

Dicuekin

Seorang pemuda sudah sangat putus asa. Ia merasa hidupnya sudah gagal. Segala upayanya tak membuahkan hasil sedikitpun. Ia merasa gamang dalam hidupnya. Suatu saat ketika ia merasa mentok, tiba-tiba ia bertemu dengan seorang kyai. Kyai itu berkata “Nak, berdoalah selalu. Jangan putus asa. Tuhan pasti akan mendengar doamu. Teruslah berdoa, setiap hari.”Maka berdoalah sang pemuda.
Hari pertama ia berdoa: “Tuhan, tunjukkanlah jalan pada hambamu yang hina ini, biar hidupku ini menjadi jelas.”
Namun, di hari pertama itu ia belum menemukan perubahan apa-apa.
Lalu hari kedua ia berdoa: “Tuhan, bagaimana, kira-kira mau nggak menunjukkan jalan pada hambamu yang hina ini.”
Tapi rupanya Tuhan masih diam saja.
Lalu hari ketiga ia berdoa: “Tuhan, masak aku dicuekin.”

Selingkuh

Dua orang sahabat yang sudah sangat dekat bertemu untuk membicarakan suatu masalah yang sangat serius. Orang 1: Ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku bicarakan ke kamu.
Orang 2: Sesuatu apa?
Orang 1: Masalah yang sangat penting.
Orang 2: Iya, masalah apa?
Orang 1 terdiam sejenak.
Orang 2: Nggak apa-apa, ngomong aja. Jangan dipendam. Kita kan sudah lama bersahabat.
Orang 1: Aku takut kamu marah.
Orang 2: Memang aku pernah marah padamu?
Orang 1: Tapi aku takut kamu marah karena ini.
Orang 2: Sudah, omongkan saja. Aku malah marah kalau kamu nggak bicara.
Orang 1: (dengan ragu-ragu dan takut) A… Aku … Aku selingkuh dengan istrimu!
Orang 2: (diam sejenak, tak menunjukkan keterkejutan berarti) Oooo itu.
Orang 1: (penasaran) Jadi kamu sudah tahu?
Orang 2: Nggak, cuman aku bisa mengerti. Perasaan cinta itu kan normal. Kita bisa mencintai siapa saja dan kapan saja.
Orang 1: (sedikit bingung) Jadi kamu nggak marah?
Orang 2: Buat apa marah.
Orang 1: Maksudmu??
Orang 2: Aku juga sedang mengalaminya, kok.
Orang 1: Maksudmu??
Orang 2: Aku juga selingkuh sama istrimu!
Orang 1: !!!!!???!!!

Bukan Sembarang Pembantu

Susi memang pembantu yang seksi, cantik, montok. Tak heran banyak pemuda yang naksir, termasuk Toni, tetangga sebelah rumah juragannya.

Tapi sayang, cinta Toni yang diutarakan berkali-kali ditolak sama Susi. Sampai suatu saat Toni betul-betul dibuat jengkel.

“Sus…sus, kamu gitu aja sok jual mahal. Cuman pembantu aja sombong!”

Tak terima dengan kata-kata Toni, Susi tak kalah ketus:

“He, kamu jangan menghina ya. Saya ini pembantu bukan sembarang pembantu. Saya ini pembantu sekaligus pelayan. Kalau siang saya membantu juragan, kalau malam saya melayani juragan!”

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s